Senin, 07 Mei 2012

Modul Pembelajaran


Modul Pembelajaran
SMP Kelas VIII Semester I

Standar Kompetensi
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasikan nama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan Pembelajaran
1.     Siswa dapat menjelaskan nama dan penyakit pada tanaman.
2.     Siswa mampu membedakan hama dan penyakit pada tanaman.

Kegiatan Pembelajaran
A.    Materi/Isi
1.      Pendahuluan
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Tumbuhan menghasilkan oksigen yang kita hirup, tumbuhan pula yang menyerap air hujan hingga meresap ke tanah dan kita terhindar dari banjir. Selain itu, tumbuhan merupakan produsen utama pada lingkaran rantai makanan. Maka dari itu sangat penting untuk menjaga itu semua dari hama dan penyakit yang menganggunya.
Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses–proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian.
2.      Hama
Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Lalu, apa saja hama-hama yang sering menyerang tumbuhan? Hama yang menyerang tumbuhan antara lain tikus, walang sangit, wereng, tungau, dan ulat.
Serangga hama dapat berpindah tempat secara aktif maupun pasif. Perpindahan tempat secara aktif dilakukan oleh imago dengan cara terbang atau berjalan. Secara  pasif dilakukan oleh factor lain seperti; tertiup angin atau terbawa pada tanaman yang dipindahkan oleh  manusia. Di tempat yang baru populasi serangga ini bertambah dengan cepat bila faktor lingkungan mendukungnya.

a.       Tikus
Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji–bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat memakan biji–bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam, sehingga tikus mudah untuk memakan biji–bijian. Tikus membuat lubang–lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak–semak. Apabila keadaan sawah itu rusak berarti sawah tersebut diserang tikus.
b.      Walang sangit
 Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakan salah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini berwarnahijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir–butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam–hitaman.
Faktor–faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut.
·         Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
·         Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
·         Penanaman tidak serentak
c.       Wereng
 Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati.


d.      Ulat
Kupu–kupu merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan benareka ragam. Kupu–kupu meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas menjadi larva. Kita bisa sebut larva kupu–kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.


3.      Penyakit
Jenis-jenis penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. Tanaman yang menderita sakit sudah akan kelihatan tanda-tanda atau gejala penyakit. Tanda-tanda ini masih sulit untuk dijadikan pedoman guna menentukan penyakit itu disebabkan oleh parasit atau nonparasit atau mungkin akibat gangguan hama. Untuk mengetahui penyebab penyakit dengan jelas, harus diteliti keadaan tubuh tanaman atau keadaan tanah. Gejala sebenarnya adalah perubahan bagian tanaman yang merupakan reaksi tanaman terhadap masuknya benda asing. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan alga. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus.
a.       Jamur
Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan. Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang, misalnya buah, akan menjadi busuk. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan daun, akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah sebagai berikut.
a)      Penyakit pada padi
 Penyakit pada ruas batang dan butir padi disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzea. Ruas–ruas batang menjadi mudah patah dan tanaman padi akhirnya mati. Selain itu, terdapat pula penyakit yang menyebabkan daun padi menguning. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Magnaporthegrisea.
b)      Penyakit embun tepung.
 Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Jamur ini kadang- kadang menyerang biji yang sedang berkecambah sehingga biji menjadi keropos dan akhirnya mati. Jamur ini kadang–kadang menyerang daun pertama pada kecambah sehingga tumbuhan menjadi kerdil. Tumbuhan kerdil dapat tumbuh terus tapi pada daun-daunnya terdapat kercak-bercak hitam.
b.      Bakteri
Text Box: Gambar tanaman layu akibat bakteri
Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tumbuhan. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama–kelamaan tumbuhan akan mati. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh tapis batang jeruk (citrus vein phloem degeneration atau CVPD). CVPD disebabken oleh bakteri Serratia marcescens. Gejalanya adalah kuncup daun menjadi kecil dan berwarna kuning, buah menjadi kuning, sehingga lama–kelamaan akan mati.
c.       Virus
 



Gambar tanaman terkena virus TMV
 
 
Selain bakteri dan jamur, dalam kondisi yang sehat, tumbuhan dapat terserang oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan. Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain penyakit daun tembakau yang berbercak – bercak putis. Penyakit ini disebabkan oleh virus TMV (tabacco mosaic virus) yang menyerang permukaan atas daun tembakau. Virus juga dapat menyerang jeruk. Penularan melalui perantara serangga.
4.      Penanggulangan hama dan penyakit
Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut:
a.       Usahakan tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya.
b.      Jangan membiarkan tumbuhan terlalu rimbun, pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
c.       Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami terhadap hama.
d.      Usahakan lingkungan selalu bersih.
e.       Perhatikan tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin.
f.       Jika terdapat gejala – gejala yang tampak, pangkaslah bagian tumbuhan (daun, buah, ranting) yang terserang, kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau tumbuhan yang lainnya.
g.      Penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada tumbuhan.

B.     Rangkuman
Tumbuhan dalam hidupnya biasa mengalami gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Gangguan yang terjadi pada tumbuhan sering disebut hama dan penyakit. Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain tikus, walang sangit, wereng, tungau, dan ulat. Sedangkan penyakit tumbuhan adalah gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, alga dan virus.
Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut:
a.       Usahakan tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya.
b.      Jangan membiarkan tumbuhan terlalu rimbun, pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
c.Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami terhadap hama.
d.      Usahakan lingkungan selalu bersih.
e.Perhatikan tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin.
f.       Jika terdapat gejala – gejala yang tampak, pangkaslah bagian tumbuhan (daun, buah, ranting) yang terserang, kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau tumbuhan yang lainnya.
g.      Penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada tumbuhan.



SOAL LATIHAN

1.      Apa perbedaan hama dan penyakit!
2.      Jelaskan jenis hama yang menyerang tanaman!
3.      Jelaskan jenis penyakit yang menyerang tanaman!
4.      Tuliskan langkah-langkah penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman!


DAFTAR PUSTAKA

Krisnoanto, Arie. 2009. Hama dan Penyakit Pada Tumbuhan. http://rhee7.wordpress.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-pada-tumbuhan/

Pracaya. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.

Susniahhti, Nenet, Sumeno, Sudarjat. 2005. Bahan Ajar Ilmu Hama Tumbuhan. Bandung: Universitas Padjadjaran. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/bahan_ajar_ilmu_hama_tumbuhan.pdf

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger
Asroel22. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer