Modul Pembelajaran
SMP Kelas VIII Semester I
Standar
Kompetensi
Memahami sistem dalam kehidupan
tumbuhan.
Kompetensi
Dasar
Mengidentifikasikan nama dan
penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan
Pembelajaran
1.
Siswa
dapat menjelaskan nama dan penyakit pada tanaman.
2.
Siswa mampu membedakan
hama dan penyakit pada tanaman.
Kegiatan
Pembelajaran
A.
Materi/Isi
1.
Pendahuluan
Tumbuhan
adalah makhluk hidup yang sangat bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan
makhluk hidup di dunia ini. Tumbuhan menghasilkan oksigen yang kita hirup,
tumbuhan pula yang menyerap air hujan hingga meresap ke tanah dan kita
terhindar dari banjir. Selain itu, tumbuhan merupakan produsen utama pada
lingkaran rantai makanan. Maka dari itu sangat penting untuk menjaga itu semua
dari hama dan penyakit yang menganggunya.
Tumbuhan
tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan
oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat
disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang,
kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang
yang sering menjadi hama tanaman. Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan
oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit
tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu
proses–proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena
itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan
tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian.
2.
Hama
Hama
tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan
perkemabanganya terganggu. Lalu, apa saja hama-hama yang sering menyerang
tumbuhan? Hama yang menyerang tumbuhan antara lain tikus, walang sangit,
wereng, tungau, dan ulat.
Serangga
hama dapat berpindah tempat secara aktif maupun pasif. Perpindahan tempat
secara aktif dilakukan oleh imago dengan cara terbang atau berjalan.
Secara pasif dilakukan oleh factor lain
seperti; tertiup angin atau terbawa pada tanaman yang dipindahkan oleh manusia. Di tempat yang baru populasi
serangga ini bertambah dengan cepat bila faktor lingkungan mendukungnya.
a. Tikus
Tikus
menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji–bijian
tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat memakan biji–bijian
sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam,
sehingga tikus mudah untuk memakan biji–bijian. Tikus membuat lubang–lubang
pada pematang sawah dan sering berlindung di semak–semak. Apabila keadaan sawah
itu rusak berarti sawah tersebut diserang tikus.
b. Walang
sangit
Walang sangit (Leptocorisa acuta)
merupakan salah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu,
akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini berwarnahijau
kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir–butir padi yang masih cair.
Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu
akan berwarna kehitam–hitaman.
Faktor–faktor
yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai
berikut.
·
Sawah sangat dekat dengat
perhutanan.
·
Populasi gulma di sekitar sawah
cukup tinggi.
·
Penanaman tidak serentak
c. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan
daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya
mati.
d. Ulat
Kupu–kupu
merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan benareka ragam. Kupu–kupu
meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas menjadi larva. Kita bisa
sebut larva kupu–kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif memakan dedaunan
bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat
hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
3.
Penyakit
Jenis-jenis
penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. Tanaman yang
menderita sakit sudah akan kelihatan tanda-tanda atau gejala penyakit.
Tanda-tanda ini masih sulit untuk dijadikan pedoman guna menentukan penyakit
itu disebabkan oleh parasit atau nonparasit atau mungkin akibat gangguan hama.
Untuk mengetahui penyebab penyakit dengan jelas, harus diteliti keadaan tubuh
tanaman atau keadaan tanah. Gejala sebenarnya adalah perubahan bagian tanaman
yang merupakan reaksi tanaman terhadap masuknya benda asing. Penyakit yang
menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur,
bakteri, dan alga. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus.
a. Jamur
Jamur
adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua
bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya.
Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau
sentuhan tangan. Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang,
misalnya buah, akan menjadi busuk. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan
daun, akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. Dari bercak – bercak
tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke
seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok.
Contoh
penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah sebagai berikut.
a) Penyakit
pada padi
Penyakit pada ruas batang dan butir padi
disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzea. Ruas–ruas batang menjadi mudah
patah dan tanaman padi akhirnya mati. Selain itu, terdapat pula penyakit yang
menyebabkan daun padi menguning. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Magnaporthegrisea.
b) Penyakit
embun tepung.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora
parasitica. Jamur ini kadang- kadang menyerang biji yang sedang berkecambah
sehingga biji menjadi keropos dan akhirnya mati. Jamur ini kadang–kadang
menyerang daun pertama pada kecambah sehingga tumbuhan menjadi kerdil. Tumbuhan
kerdil dapat tumbuh terus tapi pada daun-daunnya terdapat kercak-bercak hitam.
b. Bakteri

Bakteri
dapat membusukkan daun, batang, dan akar tumbuhan. Bagian tumbuh tumbuhan yang
diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan
lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama–kelamaan tumbuhan akan mati.
Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida.
Contoh
penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh
tapis batang jeruk (citrus vein phloem degeneration atau CVPD). CVPD
disebabken oleh bakteri Serratia marcescens. Gejalanya adalah kuncup
daun menjadi kecil dan berwarna kuning, buah menjadi kuning, sehingga
lama–kelamaan akan mati.
c. Virus
|
Selain
bakteri dan jamur, dalam kondisi yang sehat, tumbuhan dapat terserang oleh
virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular
dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang sudah terlanjur
diserang sulit untuk disembuhkan. Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus
antara lain penyakit daun tembakau yang berbercak – bercak putis. Penyakit ini
disebabkan oleh virus TMV (tabacco mosaic virus) yang menyerang
permukaan atas daun tembakau. Virus juga dapat menyerang jeruk. Penularan
melalui perantara serangga.
4.
Penanggulangan
hama dan penyakit
Langkah
– langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara
lain sebagai berikut:
a. Usahakan
tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala
kebutuhan zat haranya.
b. Jangan
membiarkan tumbuhan terlalu rimbun, pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan
mendapatkan sinar matahari yang cukup.
c. Melakukan
pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami terhadap hama.
d. Usahakan
lingkungan selalu bersih.
e. Perhatikan
tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin.
f. Jika
terdapat gejala – gejala yang tampak, pangkaslah bagian tumbuhan (daun, buah,
ranting) yang terserang, kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau
tumbuhan yang lainnya.
g. Penggunaan
pestisida sebagai alternatif terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada
tumbuhan.
B.
Rangkuman
Tumbuhan dalam hidupnya biasa mengalami gangguan. Kadang
tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri,
atau jamur). Gangguan yang terjadi pada tumbuhan sering disebut hama dan
penyakit. Hama tumbuhan adalah organisme yang
menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama
yang menyerang tumbuhan antara lain tikus, walang sangit, wereng, tungau, dan
ulat. Sedangkan penyakit tumbuhan adalah gangguan terhadap tumbuhan yang
disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit
yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur,
bakteri, alga dan virus.
Langkah
– langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara
lain sebagai berikut:
a. Usahakan
tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala
kebutuhan zat haranya.
b.
Jangan membiarkan
tumbuhan terlalu rimbun, pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan
mendapatkan sinar matahari yang cukup.
c.Melakukan
pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami terhadap hama.
d.
Usahakan lingkungan
selalu bersih.
e.Perhatikan
tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin.
f. Jika
terdapat gejala – gejala yang tampak, pangkaslah bagian tumbuhan (daun, buah,
ranting) yang terserang, kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau
tumbuhan yang lainnya.
g.
Penggunaan pestisida
sebagai alternatif terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada tumbuhan.
SOAL LATIHAN
1. Apa perbedaan hama dan
penyakit!
2. Jelaskan jenis hama yang
menyerang tanaman!
3. Jelaskan jenis penyakit
yang menyerang tanaman!
4. Tuliskan
langkah-langkah penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman!
DAFTAR
PUSTAKA
Krisnoanto,
Arie. 2009. Hama dan Penyakit Pada
Tumbuhan. http://rhee7.wordpress.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-pada-tumbuhan/
Pracaya.
2008. Hama dan Penyakit Tanaman.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Susniahhti,
Nenet, Sumeno, Sudarjat. 2005. Bahan Ajar
Ilmu Hama Tumbuhan. Bandung: Universitas Padjadjaran. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/bahan_ajar_ilmu_hama_tumbuhan.pdf



0 komentar:
Posting Komentar