Modul Pembelajaran
SMP Kelas VIII Semester I
Standar
Kompetensi
1. Memahami
berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi
Dasar
1.2. Mendeskripsikan
tahapan perkembangan manusia
Tujuan
Pembelajaran
1.
Siswa
dapat mengurutkan tahap – tahap perkembangan manusia
2.
Siswa
dapat mendeskripsikan ciri – ciri remaja yang mengalami pubertas, termasuk
menstruasi pada perempuan
Kegiatan
Pembelajaran
A.
Materi/Isi
1.
Pendahuluan

Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai
kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu
dengan yang lain berbeda.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke arah
rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu
berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya
bisa diamati tanpa bisa diukur.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu.
Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa,
misalnya mengkonsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan
penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas
mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.
Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adalah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adalah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
2.
Tahap-tahap Perkembangan
Manusia
a. Tahapan Perkembangan pada masa embrio

Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
b. Tahap perkembangan pada masa anak-anak

Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.
Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi
akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu
akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap. Seiring dengan
bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan.
Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara.
Umumnya bayi mulai berjalan dan
berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai
berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari
teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan
bekerjasama.
c. Tahap perkembangan pada masa remaja (pubertas) (13-17 tahun)

Pertumbuhan dan perkembangan manusia
menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas
berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam
mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan
tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.
Perubahan-perubahan biologis berupa
mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh
perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau
perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah
tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel
kelamin yang matang.
Ciri-ciri
Penting Periode Pubertas :
a) Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang
tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa
kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri
biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri
remaja dimilikinya pula.
b) Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang
sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah
bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang
menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan
anggota keluarga.
c) Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang
membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki
ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya
yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.
d) Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh
normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.
e) Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.
e) Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.
f) Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada
usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih
dalam masa kanak-kanak akhir.
g) Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
- Pinggul
yang membesar dan membulat
- Dada yang
semakin nampak menonjol
- Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak,
lengan dan kaki
- Perubahan
suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
- Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
- Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.
- Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
- Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.
Dengan
kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks
sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
d. Tahap Perkembangan masa dewasa (18 – 50 tahun)

Sebagai seorang individu yang sudah
tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la
tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada
orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai
seorang pribadi dewasa yang mandiri.
Segala urusan ataupun masalah yang
dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan
orang lain, termasuk orang tua. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun
yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran
berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung
jawab terhadap masa depannya.
Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampilkan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.
Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampilkan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.
Secara umum, mereka yang tergolong
dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli
psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa
transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara
intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role
trantition).
Dari pertumbuhan fisik, menurut
Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari
masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi
disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai
seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity).
la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).
Segala tindakannya sudah dapat dikenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).
Segala tindakannya sudah dapat dikenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
e. Perkembangan pada masa lanjut usia ( diatas 50 tahun)

Pada tingkat kedewasaan menengah
(40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif . Lanjut
usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan
batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek
ekonomi dan aspek sosial
Secara biologis penduduk lanjut usia adalah
penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai
dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan
penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya
perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.
B.
Rangkuman
1.
Perkembangan manusia setelah lahir dimulai dari masa bayi dan anak –
anak, masa remaja (puber), dewasa, dan masa tua
2.
Pada masa pubertas terjadi perkembangan organ reproduksi. Pada perempuan mulai mengalami menstruasi. Sedangkan pada laki-laki mulai
mampu menghasilkan sperma.
3.
Pertumbuhan fisik yang paling pesat terjadi pada masa remaja (pubertas)
4.
Pada masa tua (manula) terjadi penurunan fungsi organ – organ tubuh
karena proses penuaan.



1 komentar:
kalau berbunga tapi itu bunganya bertambah banyak,apa namanya kak??
Posting Komentar